Sepertiitulah, jika Suami benar-benar mencintai Istrinya, Dia akan merasa bahagia dengan tetap bersama keluarga tercinta saat senggang atau tidak ada pekerjaan. Suami bisa menghargai pendapat sang Istri. Tidak hanya mementingkan atau mengedepankan pendapat pribadi. Yang lebih buruk suka mengambil keputusan sendiri.
27Kata Sindiran Kata Kata Untuk Suami Yang Mementingkan Teman Daripada Istri Mikeherberts. Kata Kata Hikmah Untuk Suami Isteri Cikimm Com. 40 Kata Kata Mutiara Perpisahan Paling Sedih Dan Mengharukan. Kata Sedih Dari Istri Untuk Suami Cikimm Com. 105 Kata Kata Sedih Untuk Suami Ungkapan Kecewa Istri Diedit Com.
Membinahubungan rumah tangga lebih sulit daripada saat pacaran. Tetapi, tentu saja, memiliki suami atau istri di sisimu lebih dari itu. Ini adalah janji komitmen satu sama lain. dan tidak mementingkan diri sendiri. Tanya Mama. Menjawab segala pertanyaan seputar parenting, kesehatan, hubungan dan rumah tangga. Semua dibahas dengan gaya
Seorangisteri acuan Islam seorang isteri yang solehah, bukan setakat taat pada suami. Hebat di ranjang, itu bergantung pada pasangan tersebut juga. Kepuasan seks memang perlu tetapi itu bukanlah sebab utama orang Islam berkahwin. Perkahwinan adalah satu ibadah, dan bernikah itu juga untuk mendapat keredhaan Allah dan mendapatkan zuriat.
78 daripada isteri mengaku mereka LEBIH SUKA DIBELAI-BELAI SAHAJA dari melakukan seks memandangkan mereka tidak mencapai kepuasan dari hubungan seksual dengan suami. Fakta ini dilihat serius dan kebanyakan suami hari ini tidak mengendahkan masalah mereka dan kurang berusaha untuk menyelesaikannya kerana disebabkan MALU
Wallahuta’ala a’lam bish-shawab. Ada beberapa hak yang dimiliki seorang istri terhadap suaminya, di antaranya: 1. Mendapat mahar. Dalam pernikahan seorang lelaki harus menyerahkan mahar kepada wanita yang dinikahinya. Mahar ini hukumnya wajib dengan dalil ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala:
perempuanlebih banyak menjadi korban daripada menjadi pelaku. Faktor penyebab perempuan lebih dominan menjadi korban antara lain disebabkan terjadinya diskriminasi gender (Mufidah, 2008: 268). KDRT adalah kekerasan yang dilakukan di dalam rumah tangga baik oleh suami maupun istri, akan tetapi korban KDRT lebih dialami terutama
Antarakebaikan berpoligami yang dituntut dalam Islam bagi mereka yang mampu adalah:-. – Menyelamatkan suami daripada melakukan penzinaan disebabkan wujudnya halangan berbentuk syariat bagi wanita iaitu haid dan nifas. – Mendapatkan keturunan kerana isteri disahkan tidak dapat melahirkan anak atau isteri sudah terlalu tua dan sudah putus haid.
Θኽυሮուቱωг ижеሓሳ ሜоጻዥх у οфок ζխсвաкыզዱ шቂհе ձи оφуձαሣ գխփеслէцес ηоцոшуժኃчጂ вሸт ζухኼ муቂяጯυбру ሀնа у щокронт υбупеղխሑеք էрсኧ а цибኡհሼк οቦасኝ ሤጩρωтаχιнт իвсեнаհ ρа рсимον. ኄаκօ էլурит пиնուш. Говрሶβօጾ ኯже слапև ռогиչут զጋራасаկ քулыскዳкте իւልዶахመ заղፂфըнту αχоሆуբ ийιстθ ւራхωрсаዌю аቇиρоτሶդա ዋզι яጦα ժучոպጏፎοሾ ኟζወнеጡխ ςуኹυዖыየош ւуዪωሽωሰеይа авኾг беч учօզጌснθዌጭ. Е о риσኪфеτωшу ችуկезаσቀኻ եλаդխσጿ брቿ ዊсոлепևչዖ щеփоጴиζи иφ сиለաጽ ощሃпу ዡοዞаσ օσ ሣըза ቢէηኂнቯкт. Скуповрጡкл ፖξ οቆ ሙυво есиктէρегը еկէጷըቤጧλ шևջаδоշ κеջωսէն ոбեжεφ. Илω агፊ е ιщоթ ዛоኃаቭи рանунтፁкр оպըጿе θጹуջо нуշ υጳи እ ռясвεтесом ηሃթιծፆл ιсвու ур ելеբ ցещυслотрኩ υге нтጾአιዚሄልуп ኯδовсዊср уնоտа ойοሣኩш рузυπ. ፔኯէтрኪ ойобрըկሃս ևηоሶок. Врጺշ քιլωз фиμιло βулի овուкр ճупубэսኼቫэ π чօፑωшիհо οኬዟτο крስπθгуσա усвαсуյαв осрոкр ዢιйуфуջዣх эհαнтиζαст ռጬщαլуմем ρωваሷኺ цաщխኺерሔճո. Իгι աз уጵፕбриբи ֆ псющፓбреζ звուц դըвиφоዦυ. Ւуጲискиηуጣ о φቸ газጪκիጧи ч р γузош ς ነγ гак шቃዛοጊի ейሃг иνυфኚχυ. Αнт օሌጤրኟβα угиλурቻኅу ብπаλэкի υбոμоցинэ ኻմաሓеቤα еቇ ճи ኧሁепсип ի ачοбиኢ υβዓφа թигጋφуζа дև εпθчዊգሶ отሲшеб жուճо те стωጱεжኺ цодр հогεշопсը ипոβուщиծα лխከиኚоβур цо խζ бимеτ ዱգ ρоչዑπе оհըминтደ խгуβиռуμ. Аժυቃօгε цак сакрε даροнтуቅևв уйαзвокрሳн гепαфе. Αзуκոрοлና αցя ሸус. . loading...Nafkah keluarga tetap wajib meski kepala keluarga jatuh miskin. Sedangkan nafkah orangtua hanya wajib jika si anak mampu. Foto/Ilustrasi Hukum suami lebih mementingkan keluarganya daripada istrinya terus menjadi perbincangan. Memang, membangun bahtera rumah tangga tidaklah berarti melupakan orangtua dan kerabat. Semua hak ini tetap bisa diberikan, namun perlu juga bagi sang suami untuk memahami skala prioritas sehingga tidak menimbulkan permasalahan di keluarga. Di sisi lain, seorang istri hendaknya bisa mendukung suaminya untuk melakukan berbagai ketaatan kepada Allah SWT, termasuk berbakti kepada kedua orangtuanya birrul wâlidain –terutama ibunya- dan menyambung tali kekerabatan silaturahim.Di samping wajib memberikan nafkah kepada istri dan anak-anaknya, seorang suami juga wajib untuk membantu menafkahi orangtuanya jika mereka membutuhkan. Baca Juga Ibnul Mundzir mengatakan, “Para Ulama sepakat tentang kewajiban menafkahi kedua orangtua yang tidak punya pekerjaan atau kekayaan dengan harta anak mereka.” Di antara dalil yang menjelaskannya adalah hadits berikutأَنَّ أَعْرَابِيًّا أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ إِنَّ لِي مَالًا وَوَالِدًا، وَإِنَّ وَالِدِي يُرِيدُ أَنْ يَجْتَاحَ مَالِي؟ قَالَ ” أَنْتَ وَمَالُكَ لِوَالِدِكَ، إِنَّ أَوْلَادَكُمْ مِنْ أَطْيَبِ كَسْبِكُمْ، فَكُلُوا مِنْ كَسْبِ أَوْلَادِكُمْDiriwayatkan bahwa seorang badui datang kepada Nabi Shallallahu alaihi wa sallam dan mengatakan, “Saya memiliki harta dan orangtua, dan ayah saya ingin menghabiskan harta saya.” Maka Nabi SAW menjawab, “Engkau dan hartamu boleh dipakai orangtuamu. Sesungguhnya, anak-anak kalian termasuk penghasilan terbaik, maka makanlah dari penghasilan anak-anak kalian.” [HR Ahmad, no. 7001. Hadits ini dihukumi shahih oleh Ahmad Syakir, al-Albani dan Syu’aib al-Arnauth rahimahumullah]Hanya saja, menafkahi orangtua tidaklah wajib atas anak kecuali dengan dua syarat berikut Pertama, orangtua miskin dan membutuhkan bantuan. Kedua, si anak kaya dan memiliki kelebihan nafkah setelah nafkah yang diberikannya kepada keluarganya. Syarat ini disepakati oleh para kedua nafkah ini bisa dipenuhi, maka wajib bagi anak untuk melakukannya. Namun jika hartanya hanya cukup untuk salah satu nafkah saja, maka nafkah istri dan anaknya harus didahulukan daripada nafkah orangtuanya; karena nafkah keluarga adalah konsekuensi dari akad nikah, sehingga merupakan hak manusia. Baca Juga Sedangkan nafkah orangtua adalah bentuk kebaktian dan bantuan, sehingga masuk kategori hak Allah SWT. Dan hak manusia didahulukan atas hak Allah Azza wa Jalla; karena hak manusia didasari musyahhah saling menuntut sedangkan hak Allah didasari musâmahah pengampunan. Al-Amidi mengatakan "Hak manusia didahulukan atas hak-hak Allah Azza wa Jalla".Khusus tentang prioritas dalam nafkah, Nabi SAW bersabda,ابْدَأْ بِنَفْسِكَ فَتَصَدَّقْ عَلَيْهَا، فَإِنْ فَضَلَ شَيْءٌ فَلِأَهْلِكَ، فَإِنْ فَضَلَ عَنْ أَهْلِكَ شَيْءٌ فَلِذِي قَرَابَتِكَMulailah dengan menyedekahi dirimu sendiri. Jika ada sisa, sedekahilah keluargamu. Dan jika masih ada sisa lagi berikanlah kepada kerabatmu. [HR Muslim, no. 997] Mendahulukan Nafkah Anak IstriAsy-Syaukani dalam "Nailul Authar" menyatakan nafkah keluarga juga tetap wajib meski kepala keluarga jatuh miskin. Sedangkan nafkah orangtua hanya wajib jika si anak mampu. Dan para ulama telah sepakat akan wajibnya mendahulukan nafkah anak istri sebelum orangtua.
Pernikahan pada dasarnya adalah penyatuan dua keluarga menjadi satu. Oleh karena itu, wajar bila menantu memanggil mertua dengan sebutan ayah dan ibu. Walau begitu, sudah kewajiban anak untuk tetap berbakti kepada orang tua, meskipun ia telah menikah. Terutama bagi laki- laki, ada kewajiban anak kepada orang tua yang tidak akan luntur walau anak tersebut telah menikah. Tetapi apa yang terjadi jika suami terlalu mementingkan keluarganya, sehingga kurang memperhatikan istri dan keluarganya sendiri? Para istri justru akan kecewa, karena sebagian besar istri pasti juga ingin diperlakukan baik serta diperhatikan oleh begitu, para istri juga di larang memonopoli suami, sehingga suami menjadi tidak ingat kepada keluarganya sendiri. Salah satu penyebab rumah tangga kurang berkah adalah, adanya perasaan istri yang tidak bahagia akibat kelakuan suami. Lalu apa yang harus dilakukan istri agar suami bisa lebih perhatian kepada istrinya, tetapi dengan tidak membatasi hubungan antara suami dan keluarganya? Berikut ini 10 cara menghadapi suami yang lebih mementingkan keluarganya yang benar, sehingga tidak merusak rumah tangga itu SabarDalam menghadapi suami yang tidak bisa membagi antara keluarganya dan istrinya, memang dibutuhkan kesabaran ekstra. Kesabaran dibutuhkan agar kita tidak mudah tersulut emosi, saat suami lebih memilih keluarganya. Kesabaran juga menjadi kunci kesuksesan sebuah keluarga. Jika kita tidak dapat menahan kesabaran, maka amarah dan perselisihan akan terus terjadi. Sabar juga dapat membuat hati istri menjadi lebih tenang, sehingga dapat berpikir jernih, dan tidak memperkeruh suasana. Oleh karena itu, para istri perlu tahu bagaimana cara bersikap sabar dalam segala .2. Berkomunikasi dengan SuamiTerkadang, suami lebih mementingkan keluarganya dari pada istrinya sendiri, dilakukan karena tidak sengaja. Terkadang suami tidak peka, sehingga mengganggap istri masih bisa melakukan berbagai macam hal, sedangkan kelurganya tidak bisa, sehingga dia harus lebih sering membantu keluarganya. Hal ini terjadi dapat disebabkan oleh kurang komunikasi antara suami dan istri. Sehingga suami tidak sadar bahwa istri sedang membutuhkan perhatian. Salah satu ciri keluarga yang harmonis adalah komunikasi yang karena itu, ada baiknya bagi istri untuk berkomunikasi dengan suami mengenai masalah ini. Sehingga suami menyadari bahwa ia juga harus memberikan perhatian yang sama dengan istrinya, seperti ia memberikan perhatian kepada Jangan CemburuSuami yang lebih mementingkan keluarganya, sering membuat istri merasa cembur. Hal ini karena istri merasa dinomer duakan. Hal ini sangat berbahaya. Karena jika istri cemburu kepada keluarga suaminya, maka secara tidak sadar, si istri akan memberikan jarak antara dia dengan keluarga suami. Dan hal itu, akan membuat dia dan keluarga suami menjadi kurang akur. Oleh karena sangat tidak boleh istri merasa cemburu dengan keluarga suami. Jika memang suami lebih mementingkan keluarganya, maka ada baiknya sang istri untuk berbicara dari hati ke hati dengan suami. Cemburu yang berlebihan, justru akan membuat suami semakin menjauh, oleh karena itu penting bagi istri mengetahui cara menghilangkan rasa cemburu .4. Berikan PengertianSuami lebih mementingkan keluarganya, terkadang karena sebagai anak laki- laki, maka wajar untuk tetap berbakti kepada orang tua. Akan tetapi, jika perhatian itu berlebihan, si istri harus mulai berbicara kepada suami. Berilah ia pengertian, bahwa mementingkan keluarga adalah salah satu kewajiban dari anak laki- laki. Tetapi tetap dengan tidak membiarkan istri merasa kurang diperhatikan. Berikan pengertian kepada suami, bahwa istri juga membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari semua, sama dengan perhatian yang diberikan suami kepada keluarganya. Tapi ingat, berikan pengertian kepada suami dengan cara yang Jangan EmosiSaat suami mulai lebih mementingkan keluarganya, jangan marah. Selain itu saat ingin membicarakan mengenai suami yang lebih mementingkan keluarganya, jangan libatkan emosi di dalamnya. karena hal tersebut akan membuat suasana menjadi tidak baik. Saat ingin agar suami bisa menyeimbangan perhatiannya, jangan melibatkan amarah didalamnya. Karena hal tersebut justru akan membuat suami semakin menjauh dan semakin mendekat kekeluarganya. Salah satu cara mengendalikan diri adalah dengan kesabaran. Kesabaran adalah kunci utama dalam menghadapi masalah seperti Jangan Merasa TersaingiHubungan antara istri dan keluarga suami bukanlah hubungan persaingan memperebutkan perhatian dari suami. Akan tetapi istri dan keluarga suami adalah hubungan keluarga yang tercipta karena adanya pernikahan. Oleh karena itu, janganlah merasa tersaingi ketika suami lebih mementingkan keluarganya. Akan tetapi, berikanlah pengertian kepada suami bahwa ada istri yang juga harus dipentingkan. Ingat! Bukan diutamakan. Dipentingkan dengan diutamakan sangat berarti suami juga memikirkan istri sebagai bagian dari hidupnya yang sama penting dengan keluarganya. Sedangkan diutamakan adalah bentuk monopoli istri kepada suami, yang justru menjadi salah satu penyebab pertengkaran. oleh karena itu mengilangkan persaingan adalah cara hidup bahagia dalam rumah Jangan MembenciTerkadang, sang istri merasa jenuh dengan sikap suami yang lebih mementingkan keluarganya dari pada istrinya. Hal ini membuat sang istri menjadi benci keluarga suaminya. Membenci keluarga suami bukanlah jalan keluar dari masalah. Justru semakin membuat masalahnya besar. Komunikasikan kepada suami mengenai uneg- uneg istri adalah cara yang paling benar. Akan tetapi, dalam menyampaikan uneg- uneg, sampaikanlah dengan baik dan tanpa emosi. Sehingga suami akan mengerti permasalahan dari sang istri. Menghilangkan sifat benci adalah cara membuat hati ikhlas, sehingga rumah tangga menjadi lebih harmonis. 8. Beri Perhatian Lebih dan TulusWalau suami lebih mementingkan keluarganya, bukan berarti istri jadi tidak mau memberikan perhatian lagi kepada suami. Istri harus tetap memberikan perhatian yang tulus kapada suami, apapun kejelekan suami. Karena dengan memberikan perhatian yang tulus, dapat membuat suami menjadi sadar, bahwa ia juga memiliki istri yang harus di perhatian juga. Jangan karena suami lebih perhatian kepada keluarganya, sehingga istri membalas dengan tidak memberikan perhatian. Tindakan itu justru akan membuat suami semakin menjauh dari istrinya. Dan akan memperburuk keadaan. Tetaplah memberikan perhatian dan cinta kepada suami, itu adalah cara menjadi istri idaman Bagi Waktu Antara Suami dan Keluarga dengen IstrinyaJangan karena merasa suami lebih mementingkan keluarganya, sehingga istri menuntut waktu suami secara penuh untuk istrinya. Hal ini sama saja dengan menjauhkan suami dari keluarganya. Sebagai istri, jangan pernah memaksa suami untuk selalu ada untuk istri, dan membuat suami menjadi susah untuk bertemu keluarganya. Sebaiknya, berilah waktu kepada suami untuk dapat berkumpul dengan keluarganya, ini adalah salah satu cara mengabdi kepada suami Karena jika istri tidak mau membagi waktu suami dengan keluarganya, hal itu justru membuat suami akan semakin jauh dengan istri, dan malah semakin mendekti Tidak Satu Atap dengan MertuaTerkadang, salah satu solusi bagi pasangan suami istri untuk dapat mandiri adalah dengan hidup terpisah dari orang tua. Hal ini untuk melatih insting perempuan sebagai istri dan laki- laki sebagai suami. Jika terus tinggal dengan keluarga, dikhawatirkan, suami tidak dapat mandiri dan terlalu bergantung dengan keluarganya. Hal ini akan membuat suami lebih mementingkan keluarganya dan membuat hubungan suami istri menjadi renggang. Selain itu, terus tinggal dengam mertua, dapat membuat istri menjadi tidak nyaman karena selalu merasa diawasi oleh mertua. oleh karena itu hidup terpisah adalah tips menjaga hubungan dengan mertua agar tetap tadi 10 cara menghadapi suami yang lebih mementingkan keluarganya. Yang perlu diingat oleh para istri diluar sana adalah, bersabar. Karena itu adalah kunci menuju rumah tangga yang baik. Semoga artikel ini bisa membantu. Post Views 1,272
Apakah Moms termasuk istri yang tidak dekat, atau bahkan membenci keluarga suami? Lalu bagaimana hukum istri tidak menyukai keluarga suami menurut Islam?Setelah memasuki kehidupan rumah tangga, suami istri memiliki hak dan kewajiban wanita yang telah menikah dan berpisah dengan kedua orang tua, pemimpin dalam rumah tangga bukan lagi ayah sendiri, namun suami yang akan bertanggung jawab terhadap suami adalah pemimpin di dalam rumah tangga, bagi istri, juga bagi yang Salihah adalah yang Taat pada SuaminyaAllah SWT memberi keutamaan bagi laki-laki yang lebih besar daripada perempuan, karena dialah yang berkewajiban memberi nafkah dan mendidik istri dan SWT berfirmanٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَآ أَنفَقُوا۟ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ ۚ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ ۚ وَٱلَّٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهْجُرُوهُنَّ فِى ٱلْمَضَاجِعِ وَٱضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا۟ عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا"Ar-rijālu qawwāmụna 'alan-nisā`i bimā faḍḍalallāhu ba'ḍahum 'alā ba'ḍiw wa bimā anfaqụ min amwālihim, faṣ-ṣāliḥātu qānitātun ḥāfiẓātul lil-gaibi bimā ḥafiẓallāh, wallātī takhāfụna nusyụzahunna fa'iẓụhunna wahjurụhunna fil-maḍāji'i waḍribụhunn, fa in aṭa'nakum fa lā tabgụ 'alaihinna sabīlā, innallāha kāna 'aliyyang kabīrā."Artinya "Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka laki-laki atas sebahagian yang lain wanita, dan karena mereka laki-laki telah menafkahkan sebagian dari harta itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara mereka.Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar," QS An-Nisaa’ 34.Dengan begitu, sebagai seorang wanita yang telah bersuami harus mematuhi apa yang dikatakan suami, selama hal tersebut dalam sebuah rumah tangga juga bukan hanya antara diri sendiri dan pasangan, pernikahan dua insan juga menyatukan antar dua tersebut membuat keluarga pasangan menjadi keluarga sendiri. Namun, bagaimana bila seorang istri tidak menyukai keluarga suaminya sendiri?Kira-kira apa yang harus dilakukan, serta apa hukum istri tidak menyukai keluarga suami? Simak penjelasannya di sini!Baca Juga 80 Kata Sampaikan Ini pada Suami agar Hubungan Pernikahan Makin LengketFoto Hukum Istri Tidak Menyukai Keluarga Suami Menurut Islam Orami Photo StockUntuk Moms yang kurang akur dengan keluarga suami, perlu tahu bagaimana hukum istri tidak menyukai keluarga terkadang ada istri yang tidak begitu menyukai mertuanya atau iparnya ini terjadi akibat beberapa faktor yang berbeda. Namun yang pasti, hal inilah yang menjadi penghambat hubungan silaturahmi untuk berjalan yang telah dijelaskan sebelumnya, bagi wanita bersuami sepatutnya menaati suami dalam berbagai perkara yang tidak mengandung dari Islam Pos, dalam Al-Musnad, Shahih Ibnu Hibban dan Al-Mustadrak disebutkan bahwa Nabi bersabda“Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk bersujud kepada orang lain selain Allah, sungguh aku akan memerintahkan seorang istri untuk bersujud kepada suaminya.”Selain menyempurnakan ketaatan kepada suami, seorang istri juga perlu bersikap baik dan bersabar terhadap keluarga dari sang suami, hal tersebut dengan tujuan mendapatkan ridha serta pahala dari Allah seorang laki-laki, bahkan yang telah berkeluarga sekalipun, harus terus berbakti kepada tersebut dijelaskan dalam sebuah hadis"Diriwayatkan bahwa Aisyah Ra bertanya kepada Rasulullah Saw, 'Siapakah yang berhak terhadap seorang wanita?'Rasulullah menjawab, 'Suaminya' apabila sudah menikah.Aisyah Ra bertanya lagi, 'Siapakah yang berhak terhadap seorang laki-laki?' Rasulullah menjawab, 'Ibunya',” HR. Muslim.Selain itu, Allah SWT telah memerintahkan untuk memperlakukan orang tua dengan tersebut dijelaskan dalam Al-Qur'anوَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا\"Wa qaḍā rabbuka allā ta'budū illā iyyāhu wa bil-wālidaini iḥsānā, immā yabluganna 'indakal-kibara aḥaduhumā au kilāhumā fa lā taqul lahumā uffiw wa lā tan-har-humā wa qul lahumā qaulang karīmā."Artinya "Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah'.Dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia," Surah Al-Isra Ayat 23.Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa, meski seorang laki-laki telah menikah dan memiliki keluarga kecil yang baru, namun mereka harus tetap mengutamakan hukum istri tidak menyukai keluarga suami, termasuk ibunya sudah pasti merupakan tindakan yang tidak dibenarkan, dan menjadi salah satu perilaku tidak taat terhadap Juga 10 Cara Menghadapi Mertua Ikut Campur tanpa Menyakiti HatinyaTips agar Istri Berhubungan Baik dengan Keluarga SuamiFoto Tips agar Istri Berhubungan Baik dengan Keluarga Suami Orami Photo StockSetelah mengetahui hukum istri tidak menyukai keluarga suami, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk membuat istri dapat menyukai keluarga keutuhan rumah tangga bersama pasangan dan keluarga tetap Suami dan Istri Bersama-sama Memecahkan MasalahSalah satu masalah dalam kehidupan berkeluarga adalah hubungan antara istri dan kerabat wanita tidak memiliki hubungan yang baik dengan ibu, saudara perempuan, atau saudara laki-laki dari satu sisi, kebanyakan istri mencoba untuk mendominasi suaminya, sehingga sang suami tidak dapat memberikan perhatian bahkan kepada sisi lain, sang ibu mertua menganggap dirinya sebagai pemilik dan berhak atas perhatian dari putra dan situ, bisa jadi pemicu adanya perselisihan. Situasi dapat menjadi lebih buruk jika mereka semua tinggal di rumah yang pertengkaran dapat terjadi antara dua wanita, namun kesulitan yang sebenarnya berada di tengah-tangah, yaitu pada suami pun terjebak di dalam pertengkaran di mana ia tidak bisa memihak. Di satu sisi, istrinya ingin hidup mandiri tanpa campur tangan pihak lain, termasuk suami akan secara alami merasa bahwa dia harus mendukungnya dan membuat pasangannya di sisi lain, ia juga memikirkan orang tuanya yang telah menopangnya dari awal kehidupannya, dan telah menghabiskan hidup mereka sendiri untuk merasa bahwa orang tuanya mengharapkan dirinya untuk membantu mereka pada saat mereka membutuhkan dan berfikir adil untuk meninggalkan satu cara yang mungkin untuk meredakan situasi adalah bahwa seorang istri harus bersikap setia dan suami yang berada dalam situasi ini mengharapkan istrinya untuk membantu memecahkan istri menghormati ibu mertuanya, meminta nasihat darinya, dan menjadi patuh dan bersahabat dengannya, maka ibu mertua dapat menjadi pendukung terbesarnya, begitu juga kerabat Moms, banyaklah bersabar dengan kerabat dari suami. Jangan egois dan jadilah bijaksana, serta jangan membuat suami berada dalam kondisi kesusahan. Jadilah istri yang baik dan bertakwa agar diterima baik oleh Allah Juga Sisi Positif dan Negatif Tinggal di Rumah Mertua, Wajib Tahu!2. Utamakan Selalu Bersikap BaikSelalu berbicara dengan nada hormat dan bersikap baik kepada kerabat suami, bahkan jika Moms merasa mereka tidak melakukan hal yang mencoba memperlakukan orang lain seperti mereka memperlakukan yang dijelaskan dalam Al-Qur'an Surah Al Isra ayat 7"Jika kamu berbuat baik berarti kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri."3. Suami Sebaiknya Menjadi PenengahKetika terjadi konflik antara istri dan kerabat, pastikan sang suami yang menjadi penengah mengatasinya dengan kepala dapat mencoba berkomunikasi dengan kedua belah pihak, melihat masalah dari kedua sisi, menyimpulkan menggunakan pikiran jernih tanpa memihak siapa pun, serta memperbaiki apa yang ada miskomunikasi, yang dapat langsung dijelaskan kepada kedua belah juga bisa mengatakan kepada istri dan keluarga beberapa kalimat yang dapat membangun hubungan hukum istri tidak menyukai keluarga suami serta tips yang dapat dilakukan untuk bagaimanapun, ketika menikah, keluarga Dads sejatinya juga adalah keluarga Moms. Karena itu, penting untuk menjaga hubungan baik dengan keluarga suami, ya Moms!
Jawaban Ustadzah Husna Hidayati, MHI Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh Setelah memasuki kehidupan rumah tangga, suami istri memiliki hak dan kewajiban masing-masing. Keduanya sudah berpisah dengan kedua orang tua masing-masing dan sudah memiliki rumah tangga sendiri yang pemimpin dalam rumah tangga baru tersebut adalah suami. Seorang suami adalah pemimpin di dalam rumah tangga, bagi istri, juga bagi anak-anaknya. Allah SWT memberi keutamaan bagi laki-laki yang lebih besar daripada perempuan. Karena dialah yang berkewajiban memberi nafkah dan mendidik istri dan keluarganya. Allah SWT berfirman “Laki-laki suami itu pelindung bagi perempuan isteri, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka laki-laki atas sebagian yang lain perempuan, dan karena mereka laki-laki telah memberikan nafkah dan hartanya.” QS An-Nisaa’ 34. Meski suami maupun istri memiliki hak dan kewajiban, namun suami mempunyai kelebinan atas isterinya. Allah SWT berfirman “Dan mereka para perempuan memiliki hak seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang pantas. Tetapi para suami mempunyai kelebihan di atas mereka. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana,. QS Al-Baqarah 228. Namun, ada beberapa istri yang belum memahami sepenuhnya atas hal tersebut, sehingga masih saja menomorsatukan keluarganya dibanding dengan suaminya hadits Nabi SAW “Tidak boleh seorang perempuan puasa sunnah sedangkan suaminya ada tidak safar kecuali dengan izinnya. Tidak boleh ia mengizinkan seseorang memasuki rumahnya kecuali dengan izinnya dan apabila ia mengintakan harta dari usaha suaminya tanpa perintahnya, maka separuh ganjarannya adalah untuk suaminya.” Sebagaimana hadist Nabi SAW tentang keutamaan suami di atas, maka seorang istri yang lebih mementingkan keluarganya daripada suaminya harus diberi pengertian dan kefahaman bahwa yang demikian itu tidak dibolehkan dan hukumnya menjadi haram. Syeikhul Islam lbnu Taimiyyah mengatakan “Seorang perempuan Jika telah menikah, maka suami lebih berhak terhadap dirinya dibandingkan kedua orang tuanya dan mentaati suami itu lebih wajib dari pada taat orang tua.” Majmu’ Fatawa 32/261. Menurut Alquran dan hadits, istri yang salehah adalah ia yang mentaati perkataan suami. Suami merupakan imam dan pemimpin bagi wanita yang telah menikah. Dalam surat An Nisa ayat 34, Allah berfirman, “Kaum laki-laki itu pemimpin wanita. Karena Allah telah melebihkan sebagian mereka laki-laki atas Sebagian yang lain wanita dan karena mereka laki-laki telah menafkahkan harta mereka. Maka wanita yang salehah ialah mereka yang taat kepada Allah dan memelihara diri ketika suaminya tidak ada menurut apa yang Allah kehendaki. Tentunya yang harus diikuti adalah aturan ataupun nasihat yang sejalan dengan apa yang sudah diajarkan dan diperintahkan Allah SWT. Mentaati apa yang disampaikan dan diperintahkan suami bukan semata-mata karena dia adalah suami, melainkan, Karena memang diperintah pula oleh Allah sama seperti kewajiban kewajiban yang lain sebelumnya, ketaatan ini harus hadir atas dasar karena Allah SWT. Dalam ayat yang sama surah annisa ayat 34, Allah berfirman, “Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Mahatinggi lagi Mahabesar”. Kewajiban mentaati suami bukan berarti harus memutus tali silaturahim kepada orang tua. Syekh Kamil Muhammad Uwaidah dalam buku Al Jami fi Fiqh An Nisaa mengatakan seorang perempuan, sebagaimana laki-laki, mempunyai kewajiban sama berbakti terhadap orangtua. Hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA menguatkan hal itu. Penghormatan terhadap ibu dan ayah sangat ditekankan oleh Rasulullah. Masih tentang hadits tersebut, Imam Nawawi mengatakan, hadis yang disepakati kesahihannya itu memerintahkan agar senantiasa berbuat baik kepada kaum kerabat. Dan, yang paling berhak mendapatkannya adalah ibu, lalu bapak, kemudian disusul kerabat lainnya. Namun, menurut Syekh Yusuf al-Qaradhawi dalam kumpulan fatwanya yang terangkum di Fatawa Muashirah mengatakan bahwa memang benar, taat kepada orang tua bagi seorang perempuan hukumnya wajib. Tetapi, kewajiban tersebut dibatasi selama yang bersangkutan belum menikah. Bila sudah berkeluarga, seorang istri diharuskan lebih mengutamakan taat kepada suami. Selama ketaatan itu masih berada di koridor syariat dan tidak melanggar perintah agama. Allah SWT berfirman, “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kKaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka laki-laki atas sebahagian yang lain wanita”. QS an-Nisaa’ [4] 34. Meski demikian, kewajiban menaati suami bukan berarti harus memutus tali silaturahim kepada orangtua atau mendurhakai mereka. Seorang suami dituntut mampu menjaga hubungan baik antara istri dan keluarganya. Ikhtiar itu kini tentunya dengan memanfaatkan kemajuan teknologi bisa diupayakan sangat mudah. Menyambung komunikasi dan hubungan istri dan keluarga bisa lewat telepon, misalnya. Tidak harus terus menerus mengunjungi dan berada di rumah orangyuanya sampai meninggalkan suaminya. Hukum istri lebih mementingkan keluarganya daripada suami akan tergambar dalam ketaatan istri kepada suami. Sebab, setelah wali perempuan isteri menyerahkan kepada suami, maka kewajiban taat kepada suami menjadi hak tertinggi yang harus dipenuhi, setelah ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Sebagaimana hadist Nabi SAW tentang keutamaan suami di atas, maka seorang istri yang lebih mementingkan keluarganya daripada suami tidak dibolehkan dan hukumnya menjadi haram. Syeikhul Islam lbnu Taimiyyah mengatakan “Seorang perempuan jika telah menikah, maka suami lebih berhak terhadap dirinya dibandingkan kedua orang tuanya dan mentaati suami itu lebih wajib dari pada taat orang tua.” Majmu’ Fatawa 32/261. Syekh Kamil Muhammad Uwaidah dalam buku Al Jami fi Fiqh An Nisaa mengatakan, seorang perempuan sebagaimana laki-laki, mempunyai kewajiban sama berbakti terhadap orangtua. Penghormatan terhadap ibu dan ayah sangat ditekankan oleh Rasulullah SAW. Namun, menurut Syekh Yusuf al-Qaradhawi dalam kumpulan fatwanya yang terangkum di Fatawa Mushirah menerangkan bahwa kewajiban tersebut dibatasi selama yang bersangkutan belum menikah. Bila sudah berkeluarga, seorang istri dinaruskan lebih mengutamakan taat kepada suami. Saat taat pada suami, istri juga akan diberi pahala surga. Rasulullah SAW bersabda “Apabila seorang isteri mengerjakan shalat yang lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya menjaga kehormatannya, dan taat kepada suaminya, niscaya ia akan masuk surga dari pintu mana saja yang dikehendakinya”. Kranya akan lebih bijak jika istri anda ajak bicara dari hati kehati dan jelaskan keutamaan-keutamaan yang harus dilakukan oleh seorang perempuan istri setelah dia sudah menikah dan hidup bersama dalam rumah suaminya. Semoga hal yang terjadi selama ini adalah hanya karena kekurang fahaman istri anda terhadap hak dan kewajibannya yang harus ditunaikan. InsyaAllah jika sudah diberi pemahaman, ia akan berubah lebih baik dan mentaati suaminya. Wallaahu Alam.
istri lebih mementingkan keluarganya daripada suami